The Trip is Over
Daaaaaan liburan pun ber akhir!
Seneng? Jelas!!!
Habis uang? Definitely absolutely!!
Mwahahahahaha
Singapore Trip—-dipikir bakal hedon heboh blanja, taunya cuman bisa gigit jari (tetep aja mahal bok ga keduitan) tapiiiiiii, the rest is sooooo awesome!! Nice weather! Nice country! Incredable universal studio!! Gak sabar balik lg sana sm temen2.. Atau, untuk kerja di spore mgkin? Hehehe..
Bali bali bali—— andai cuaca mendukung, this would be the greatest vacation ever!! Tapi ya namanya jg andai.. Dengan waktu 6 hari di bali, cuman dapet 2 hari terang benderang tanpa hujan lebat.. Sisanya? Cuman bisa keliling legian-kuta jalan kaki ujan2an (antara keren ama bego sih ini ujan2an)
Actually, there’s so much to tell.. Let me show u the pict in the next issues. Ciao!
Telah jauh, ku mendaki
Sesak udara di atas puncak khayalan
Jangan sampai kau di sana
Telah jauh, ku terjatuh
Pedihnya luka di dasar jurang kecewa
Dan kini sampailah, aku disini…
Yang cuma ingin diam, duduk di tempatku
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air di tangannya, kala kuterbaring… sakit
Yang sudi dekat, mendekap tanganku
Mencari teduhnya dalam mataku
Dan berbisik : “Pandang aku, kau tak sendiri,
oh dewiku…”
Dan demi Tuhan, hanya itulah yang
Itu saja kuinginkan
Sahabatku, bukan maksud hati membebani,
Tetapi…
Telah lama, kumenanti
Satu malam sunyi untuk kuakhiri
Dan usai tangis ini, aku kan berjanji…
Untuk diam, duduk di tempatku
Menanti seorang yang biasa saja
Segelas air di tangannya, kala kuterbaring… sakit
Menentang malam, tanpa bimbang lagi
Demi satu dewi yang lelah bermimpi
Dan berbisik : “Selamat tidur, tak perlu bermimpi bersamaku…”
Wahai tuhan, jangan bilang lagi itu terlalu tinggi
-dee
If it happened once, it will never happen again. If it happened twice, it will surely happen for the third time.
– Paulo Coelho (The Alchemist)(Source: quote-book)
Via Quote Book:Ayah&Mamah bukan Carl&Ellie
Kemarin hari sabtu, pulang dr Nasi Bakar, di mobil bertiga.
Sayup-sayup terdengar ‘Lately’-nya Stevie Wonder dari Radio. Dan percakapan pun dimulai…
Sisi: ih aku suka bgt lagu ini! (Besarin volume)
Mamah: ooh mamah apal.. Eh si, pang cariin atuh lagu ‘true love’
S: yang kaya gmn mah lagu nya? Aku gatau
M: (humming)
S: aduuuh meneketehe gatau.. Ga pernah denger..
(Ayah stay cool nyetir)
M: ih mamah teh seneng sama lagu itu. Lagu mamah ayah itu teh. (Humming..again.)
S: duileh gaya bgt lagu mamah ayah! Romantis euy.. Nostalgia nieee..
Ayah: bukan ‘true love’ itu.. Anuu.. Apaaa.. Itu si ‘you are for me to love’ itu, mmh, apa, kamu untuk ku cintai.
S:(walah dikira ni orang tiis sedunia gak dengerin..dari tadi mikir kali yah dia) ooooh.. Ya nanti deh coba aku cari yah!
M: cari si.. Resep pisan mamah mah.. Lagu ayah mamah, nya ayah nya!
A: (nganggukin kepala,ngangkat alis)
S:iya iyaaa..
And three of us humming along on the way back home. Smile’s hanging on our faces.
Maybe for some people, eternal love reflects on couples like Habibie&Ainun or Carl&Ellie, but for me, its My Parents.
Mommy makes me feel so envy to have a hubby just like my Daddy (the way he loves her of course). Walau wedding anniversary kalian masih lama, I just wanna say Long Last Ayah Mamah! :D
And I do LOVE them very much!! :*
P.S. Oh ya, kalo baca percakapan diatas, bayangin mamah dengan logat sunda nya, dan ayah dengan logat Sulawesi nya.






